Indonesia Perlu Buat Indeks Rupiah Terhadap Mata Uang Lain

 

Indonesia dinilai perlu membuat indeks rupiah terhadap mata uang lain terutama negara mitra dagang. Harapannya pelaku pasar juga tidak hanya melihat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Ini berkaitan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan mata uang rupiah serta dolar AS bukanlah tolok ukur pas untuk ukur ekonomi Indonesia. Paling cocok, memperbandingkan rupiah dengan mata uang negara partner dagang paling besar Indonesia yakni Jepang, Tiongkok, Eropa serta negara yang lain.

Hal seirama disebutkan Head of Intermediary PT Schroders Invesment Management Indonesia Teddy Oetomo. Ia menyebutkan, apabila lihat rupiah baiknya bukan sekedar dibanding dengan dolar AS namun juga mata uang yang lain terlebih partner dagang Indonesia. Ia juga sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi bila rupiah juga tidak cuma dibanding dengan dolar AS.

Oleh karenanya, Teddy menilainya butuh ada pula satu referensi untuk rupiah pada beberapa mata uang.

“Ada satu basic referensi rupiah dalam basket keranjang mata uang asing. Janganlah dan merta saksikan di dolar AS. Apabila aktor pasar keuangan lihat dolar naik atau turun lewat indeks dolar AS. Jadi rupiah juga butuh. Kita tidak mesti cemas bila lihat rupiah melemah dari 13. 000 jadi 13. 400 per dolar AS. Tidak bisa terpaku satu mata uang memanglah, ” tutur Teddy waktu terlibat perbincangan dengan Liputan6. com, seperti ditulis Jumat (6/1/2017).

Ia menilainya, pembuatan indeks rupiah ini juga tidak susah. Pembuatan indeks rupiah itu dengan ambil rata-rata perdagangan rupiah dengan partner dagang paling utama Indonesia. Walau demikian, memerlukan instansi untuk buat indeks saham rupiah serta mensosialisasikan ke orang-orang. Bank Indonesia (BI) dinilai dapat jadi instansi untuk buat indeks itu.

“Orang Indonesia punya kebiasaan saksikan rupiah pada dolar AS. Mereka yang seringkali saksikan dolar AS jadi beberapa orang itu lebih cemas sekarang ini. Tapi orang lihat ke dolar singapura serta euro jadi rupiah tidak melemah pada mata uang itu. Mereka sadar bila dolar AS yang menguat, ” terang dia.

Teddy menjelaskan, dolar AS memanglah relatif menguat mulai sejak Donald Trump memenangi penentuan presiden AS pada 8 November 2016. Penguatan dolar AS itu dipicu dari kenaikan suku bunga bank sentral AS, kebijakan Donald Trump mendongkrak stimulus fiskal hingga mendorong perkembangan ekonomi.

“Terhadap dolar AS sesudah Donald Trump jadi presiden rupiah melemah dari 13. 000 ke 13. 400. itu indeks dolar AS rata-rata pada mata uang dunia naik 3-4 %. Jadi sebenarnya apakah rupiah melemah pada dolar AS? Tidak. Tapi dolar AS menguat pada mata uang beda, ” kata dia.

Teddy memprediksi, susah untuk perkiraan rupiah pada dolar AS pada 2017. Gerakan dolar AS masih tetap juga akan di pengaruhi bagaimana kebijakan pemerintahan Donald Trump. Tetapi, bila memperbandingkan rupiah dengan mata uang beda jadi rupiah juga akan relatif stabil. Teddy lihat cadangan devisa serta inflasi terbangun jadi sentimen positif. Terdaftar cadangan devisa per November US$ 111, 46 miliar.

“Tahun depan cukup aman. cadangan devisa cukup. Inflasi terbangun tak ada aspek yang perlu mengakibatkan rupiah mesti melemah sangat banyak pada mata uang dunia, ” tutur dia.

Ia menyebutkan, Bank Indonesia (BI) juga sudah dapat melindungi gerakan rupiah sampai kini. Ia juga mengimbau orang-orang juga tidaklah terlalu cemas apabila lihat rupiah melemah pada dolar AS.

Baca juga: kurs dollar hari ini

“Orang seringkali lupa bila mata uang sangat kuat dari satu negara lebih beresiko dari mata uang melemah. Bila sangat menguat pada rata-rata dunia jadi export tidak jalan. Import terbang serta kita defisit, ” kata dia.

Pandangan serta opini yang ada di dalam yaitu pendapat dari Teddy Oetomo, Head of Intermediary, serta belum juga pasti mewakili pandangan yang disibakkan atau mencerminkan pendapat dari PT Schroder Investment Management Indonesia (” Schroders Indonesia “).

Materi ini tidak ditujukan untuk memberi, serta tidak bisa dihandalkan jadi referensi akuntansi, nasehat hukum atau pajak, atau investasi. Info disini dipercaya kebenarannya walau demikian Schroders Indonesia tidak menanggung kelengkapan atau akurasinya. Hal semacam ini tidak tidak pedulikan atau membatasi tiap-tiap pekerjaan atau keharusan yang Schroders Indonesia punyai pada nasabah kami yang ditata oleh Undang-Undang serta Ketentuan di Indonesia.

” PT Schroder Investment Management Indonesia (PT SIMI) sudah peroleh izin jadi Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dalam lakukan aktivitas usahanya dipantau oleh OJK. ”