Frasa (Penjelasan Beserta Contohnya Lengkap)

Frasa (Penjelasan Beserta Contohnya Lengkap) – Kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian frasa legkap dengan contohnya. Perjalanan dipimpin oleh ibu murah senyum, menapaki jalan kecil menyerupai setapak, tetapi transparan. Aku diboyong menuju cabang jalan yang kecil. Jalan baru yang aku tempuh tampak seperti lorong, walaupun batas antar cabang jalan tidak terlihat, engap tak pernah terasa. Tiba tiba, kami semua berhenti. Terpaku. “Lihatlah.” Aku menoleh. Seketika, aku melotot tak percaya. Ini benar-benar diluar dugaan. Aku melihat gambaran diriku, sebuah rekaman harianku, yang kurasa baru terjadi beberapa jam yang lalu.

Frasa (Penjelasan Beserta Contohnya Lengkap)

Untuk pembahasan ini, saya telah menyediakan contoh frasa sekaligus. Tetapi, kenapa aku berdarah-darah? Sepertinya ibu murah senyum lihai membaca pikiran seseorang. “Jejak hidupmu sudah terdokumentasikan disini, sejak dari lahir sampai saat ini. Enam jam yang lalu, kamu mengalami kecelakaan mengenaskan, dan kamu sedang di rumah sakit dalam keadaan koma sekarang.” “Kk..ko..koma?”, sahutku dengan melotot tak percaya. “Tiga puluh menit waktumu untuk menemukan makna keberadaanku disini. Maka dari itu, pahamilah.” Ibu murah senyum itu menampilkan peristiwa kecelakaanku 6 jam yang lalu tepat tiga puluh detik lamanya. Kondisiku yang berlumur darah dan tak sadarkan diri di dalam mobil yang menyesakkan dadaku.

Speechless. Hanya bibirku yang berkomat kamit dan bulir air mata yang tiba-tiba menetes yang mampu menyiratkan perasaanku. “Apa..apa sebenarnya ini? Apakah ini surga? Apakah aku sudah mati?”, tanyaku kepada ibu murah senyum. “Belum.” Ia melanjutkan. “Semua akan gelap dan mati tiada arti bila kamu menyia-nyiakan tiga puluh detik rekaman terakhir nanti. Dan saat itulah, waktu berhargamu untuk menjawab semua pertanyaan yang ada di hatimu, dan cukup jawab di dalam hatimu saja.” “Tidak ingatkah kamu atas keringat dan darah yang membasahi tubuh ayah dan ibumu demi memanjakan dan menggendongmu tinggi-tinggi, Amora? Lihatlah, cerna kembali dengan saksama, masa mereka harus selalu mengalah untuk dapat melihatmu bahagia. Inilah penggunaan frasa dalam kalimat.

Saat kamu menghindari ibumu pasca ia berduaka atas meninggalnya ayahmu, disaat beliau justru butuh peluk hangatmu. Mengerikan!” “Tidak usah menahan tangis, Amora. Semua mengerti” Ia melanjutkan. “Amora, biarkan saya bertanya. Aku mendongak lemas. Pipiku basah dengan jelas. “Apakah kamu sudah bahagia, Amora? Membayar jasa ibumu yang tiada batas dengan membayar perawatan panti jomponya dan membayar segala biaya pemakamannya?” lagi-lagi ibu murah senyum menghakimiku. Demikianlah contoh frasa yang dapat saya bagikan.