Frasa dan Penerapannya Dalam Makalah

Frasa dan Penerapannya Dalam Makalah – Kali ini saya akan menjelaska tentang frasa dan penerapannya daalam kalimat.Ironisnya, fenomena ini bahkan selalu muncul menyertai aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Menyontek seperti telah menjadi kebiasaan mulai dari pendidikan dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Menyontek bukanlah penyakit akut yang ‘ujug-ujug’ datang dan menjangkiti pelajar di Indonesia. Namun apakah memang lebih memprihatinkan dari anak sekolah jaman dahulu? Mari coba kita ingat kembali jaman sekolah dari pendidikan dasar hingga kuliah. Ternyata menyontek itu sudah dikenal sejak lama, dan bahkan sejak orang tua kita sudah ada yang namanya menyontek.

Frasa dan Penerapannya Dalam Makalah

Dalam pembahasan ini terdapat pengertian frasa dan contoh penerapannya secara langsungMenyontek bukanlah budaya bangsa yang beradap, karena menyontek merugikan orang lain. Secara langsung, menyontek merampas hak orang lain yang sudah berbuat jujur. Namun sayang, mencontek semakin menjamur dan boleh dibilang sudah menjadi penyakit budaya dinegeri ini. Penyakit budaya yang kronis yang kemunculannya sebenarnya bukan baru-baru ini. Susahnya menyembuhkan penyakit kronis ini adalah menghilangkan akarnya. Karena sumber penyakit menyontek bukan virus atau bakteri yang bisa diguyur obat langsung mati. Tetapi penyakit menyontek penyebabnya adalah manusia, yang tidak bisa semudah itu dimusnahkan namun jika tidak dimusnahkan akan menjamur.

Pendidikan akademik saja masih kurang untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan yang lebih penting adalah pendidikan karakter. Seperti yang ditegaskan Presiden pertama Negara Republik Indonesia Ir. Soekarno bahwa “Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter ( character building ). Karena character building inilah yang akan membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar, maju, jaya, dan bermartabat. (Samani. M, 2012) Di Indonesia pendidikan karakter saat ini memang dirasakan mendesak. Gambaran situasi masyarakat dalam dunia pendidikan di Indonesia menjadi motivasi pokok (maintreming) implementasi pendidikan karakter di Indonesia. Inilah beberapa contoh penerapan frasa.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Berbunyi Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Solusinya adalah membunuh pikiran manusianya. Kalaupun tidak bisa dimusnahkan, setidaknya bisa dieliminir sedikit demi sedikit. Demikianlah penjelasan tentang frasa dan penerapannya dalam kalimat. Semoga bermanfaat. Terima kasih.