Contoh Cerpen Singkat Tentang Peternakan

Contoh Cerpen Singkat Tentang Peternakan – Kali ini saya akan membagikan contoh cerpen singkat tentang peternakan. Langsung saja dapat anda simak pada artikel ini. Menurut Prihatin, dkk. (2007) umur pertama sapi dara dikawinkan pada umur 15 bulan tanpa melihat BB sapi tersebut dan sapi beranak pertama pada umur rata-rata 35 bulan. Bedasarkan Tabel 4.2. Persentase di PT UPBS sapi laktasi 66,33%, sapi heifer normal sebesar 9,74%, heifer tali kuning sebesar 4,72%, heifer bunting sebesar 7,53%, sapi pejantan 0,28% dan sapi kering kandang 11,40%. Menurut Triwulanningsih, dkk. (2003) persentase infertilitas pada sapi perah yaitu 10%, sedangkan persentase sapi yang mengalami infertilitas (kemajiran) di PT UPBS yaitu 4,72%, hal ini masih dibawah kisaran normal.

Contoh Cerpen Singkat Tentang Peternakan

Dalam bahasa Indonesia memang terdapat contoh cerpen singkat yang termasuk dalam karya sastra. Karya inilah yang sering disukai oleh kalangan masyarakat, terutama para remaja. Sapi heifer normal di PT UPBS yaitu sapi yang siap dikawinkan yang memiliki siklus estrus yang normal dan tidak memiliki gangguan reproduksi, heifer tali kuning yaitu sapi yang sudah dikawinkan lebih dari tiga kali tetapi tidak mengalami kebuntingan dan memiliki gangguan reproduksi, sedangkan heifer bunting yaitu sapi dara yang mengalami kebuntingan tetapi belum beranak. Menunjukkan bahwa gangguan reproduksi pada sapi heifer disebabkan oleh hipofungsi ovarium sebesar 5,88%, atropi ovarium sebesar 11,76%, dan kista ovarium sebesar 82,36%.

Hipofungsi ovarium di PT UPBS termasuk gangguan reproduksi yang mempunyai ciri-ciri ovarium yang normal tetapi tidak tumbuh folikel dan mempunyai permukaan yang licin. Menurut Pemanyun (2010), sapi yang mengalami hipofungsi ovarium nampak normal namun permukaannya licin sewaktu dipalpasi per rektal, sedangkan atropi ovarium memiliki ciri-ciri ovarium yang mengecil dengan permukaan yang licin dan folikel tidak tumbuh. Dalam contoh cerpen singkat ini erdapat andungan pesan yang dapat diperoleh.

Hardjopranjoto (1995) menyatakan bahwa atropi ovarium adalah ovarium yang ukurannya lebih kecil dari normal dan permukaannya licin karena tidak tumbuhnya folikel sehingga proses reproduksi tidak berjalan sama sekali, dan kista ovarium yaitu ketidakseimbangan hormon LH dan FSH, kadar LH yang rendah menyebabkan folikel tidak dapat lisis, kista ovarium merupakan folikel yang tidak mengalami ovulasi yang akan bertambah banyak pada permukaan ovarium, hipofisa ovarium gagal melepaskan hormon LH dalam darah tetapi hormon FSH yang dihasilkan dalam darah cukup normal, sehingga terjadi pertumbuhan folikel yang tidak normal (Hermadi, 2015). Demikianlah contoh cerpen singkat yang dapat saya bagikan.