Jual Kubah Masjid Surabaya

Jual Kubah Masjid Surabaya – Jakarta, sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, mempunyai sederet masjid masjid tua serta bersejarah, beberapa besar masih tetap berdiri serta digunakan sampai hari ini. Kehadiran masjid di lokasi Jakarta telah jadi sisi integral dari histori perjalanan kota Jakarta. Artikel ini juga akan menghidangkan penjelasan mengenai masjid masjid tua di Jakarta mulai sejak masa awal (Kesultanan) Jayakarta sampai masa awal Kemerdekaan Republik Indonesia, Kontraktor Kubah Masjid.

Bersamaan dengan diputuskannya tanggal 22 Juni 1527 jadi titik awal berdirinya kota Jakarta, jadi bisa dimaksud kalau histori kota Jakarta diawali pada tanggal 22 Juni 1527 itu. Dimulai dengan kemenangan Fatahillah atau Falatehan atau Fadhilah khan memimpin pasukan paduan Demak serta Cirebon dibantu oleh pasukan Banten menaklukkan serta mengusir Portugis yang bersekutu dengan Pajajaran dari Sunda Kelapa.

Fatahillah adalah panglima pasukan Demak di masa pemerintahan Sultan Trenggono. Sultan Trenggono memerintahkan beliau untuk memadukan pasukannya dengan pasukan dari Kesultanan Cirebon di bawah pemerintahan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Penyerbuan itu juga dibantu oleh Pasukan dari Banten di bawah pimpinan Maulana Hasanuddin (Putra Sunan Gunung Jati).

Masjid “Si Pitung” Al Alam, Marunda (1527) , Jakarta Utara

Waktu penyerbuan ke Sunda Kelapa th. 1527 itu, Fatahillah dengan pasukannya pernah membangun satu masjid kecil di lokasi Marunda, Jakarta Utara, jadi tempat mereka melaksanakan ibadah. Masjid tua memiliki ukuran kecil itu bernama Masjid Al Alam. Walau ukurannya tidaklah terlalu besar, masjid berarsitektur tradisionil ini cukup kuat dengan tiang tiang beton antik memiliki ukuran besar serta tembok yang cukup tidak tipis. Di th. 1975 pemerintah propinsi DKI Jakarta mengambil keputusan Masjid Al Alam jadi Cagar Budaya. Apabila lihat th. pembangunannya, Masjid Al Alam ini adalah masjid tertua di Jakarta.

Cerita papar mengatakan kalau pembangunan masjid ini dibantu oleh beberapa wali yang mempunyai karomah yang mempunyai karomah yang tinggi. Cerita ini memanglah cukup masuk akal karna Sunan Gunung Jati sendiri adalah satu diantara tokoh Wali Songo, serta histori Nasional kita juga mencatat kalau berdirinya kesultanan Demak serta Kesultanan Cirebon tidak terlepas dari peranan Wali Songo, Jual Kubah Masjid Surabaya.

Masjid Jami’ As-Salafiyah Jatinegara Golongan (1620)

Paska keruntuhan Bandar Jayakarta, Pangeran Jayakarta dengan keluarga serta pengikut setianya menyingkir ke lokasi Jatinegara Golongan (Klender, Jakarta Timur). Di sana beliau membangun lokasi baru, membuat kiat serta terus-terusan lakukan perlawan pada penjajahan Belanda. Di Jatinegara Golongan beliau membuat masjid yang saat ini di kenal dengan nama Masjid Jami’ As-Salafiyah pada th. tahun 1620.

Selama hidupnya sesudah kehilangan kekuasaan, Pangeran Jayakarta bersama pengikutnya tidak sempat berhenti lakukan perlawanan terdahap penjajahan Belanda, hingga beliau meninggal dunia di-usia tua serta dimakamkan di dekat masjid yang beliau bangun dengan pengikutnya. Masjid Jami’ As-Salafiyah sampai saat ini ramai dikunjungi oleh beberapa Jemaah begitu-pun dengan makam beliau.

Jejak Histori Putra Pangeran Jayakarta di Kabupaten Bekasi. Kiri ; Masjid Al-Mujahidin Cibarusah pertama kalinya dibuat oleh Pangeran Senapati. Kanan : Tempat tinggal tempat tinggal Raden Rangga di Cikarang Barat, saat ini di kenal dengan Saung Ranggon atau Tempat tinggal Tinggi.

Pada Jayakarta serta Cibarusah

Masih tetap di th. 1619 Pangeran Jayakarta memerintahkan putra mahkota beliau, Pangeran Senapati, menyingkir dari Jayakarta untuk meneruskan perjuangan serta syi’ar Islam. Pangeran Senapati meninggalkan Jayakarta lewat jalur laut serta berlabuh di pantai utara Bekasi lalu meneruskan perjalanan darat sampai ahirnya tiba di lokasi yang saat ini di kenal dengan nama Cibarusah di kabupaten Bekasi bersebelahan dengan Kabupaten Bogor, sama dengan ayahandanya, Pangeran Senapati juga membuat Masjid Masjid ditempat baru itu yang saat ini di kenal dengan nama Masjid Al-Mujahidin Cibarusah.

Sesaat Putra Pangeran Jayakarta yang beda bernama Raden Rangga menyingkir lewat jalur darat sampai ke lokasi Cikarang Barat, kabupaten Bekasi. Tempat tinggal tempat tinggal beliau sepanjang tinggal di sana saat ini di kenal dengan nama Saung Ranggon atau Tempat tinggal Tinggi serta diputuskan jadi Website Cagar Budaya oleh Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Histori serta nilai Tradisionil, Dinas Kebudayaan serta Pariwisata, propinsi Jawa Barat. Tempat tinggal panggung simpel memiliki bahan kayu itu masih tetap tertangani sampai saat ini serta dimaksud sebut jadi bangunan tertua di Kabupaten Bekasi, Jual Kubah Masjid Surabaya.

Perlawanan rakyat pada penjajahan Belanda di Batavia tidak sempat selesai di beberapa bidang, satu diantara tokoh perlawanan orang-orang Betawi yang begitu melegenda yaitu Si Pitung. Tokoh legenda ini sering kali menggunakan saatnya berdiam diri berlama lama di Masjid Al Alam yang disebut peninggalan Fatahillah, pendiri Jayakarta yang telah beralih nama jadi Batavia itu.

Di masjid ini Si Pitung sering kali bersembunyi dari kejaran pasukan Kompeni Belanda, legenda orang-orang mengatakan kalau Si Pitung seolah tidak tampak oleh Pasukan Belanda waktu bersembunyi di masjid ini, itu penyebabnya masa datang Masjid Al-Alam yang dibuat oleh Fatahillah itu juga dikatakan sebagai Masjid Si Pitung.

Masjid Jami’ Al Atiq Kampung Melayu (1632), Jakarta Selatan

Perlawanan pada penjajahan Belanda di Batavia juga dikerjakan oleh Maulana Hasanuddin, Sultan pertama di Kesultanan Banten yang adalah putra pertama Sunan Gunung Jati (Cirebon). Di masa kekuasaannya (1552-1570) Maulana Hasanuddin pernah kirim pasukannya menyerbu Batavia. Induk pasukannya yang bermarkas di daerah Kampung Melayu, Jual Kubah Masjid Surabaya.

Di kampung Melayu Pasukan Maulana Hasanuddin membangun satu Mushola untuk kepentingan mereka melaksanakan ibadah. Mushola yang lalu dikatakan sebagai Masjid Kandang Kuda karna ada di perkampungan tukang Sado, lalu beralih jadi Masjid Jami’ Kampung Melayu. Selama ini tidak diketemukan bukti otentik berkaitan th. awal pembangunan masjid ini terkecuali dari cerita papar orang-orang setempat. Nama masjid ini lalu di ganti jadi Masjid Al-Atiq pada th. 1970-an oleh Pak Ali Sadikin, Guburnur DKI Jakarta waktu itu,

Panduan Lengkap Doa Sholat Tahajud

Bagi Anda yang berusaha untuk merutinkan diri melakukan sholat sunnah tahajud, berikut ini adalah panduan lengkap doa sholat tahajud. Memiliki sebuah keinginan atau sebuah pencapaian adalah suatu halyang mutlak ada di dalam diri seorang manusia. Dan sebagai seorang muslim atau pemeluk Islam tentu saja Anda percaya bahwa untuk bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan, Anda perlu bertawakal yaitu dengan cara berusaha dan diimbangi dengan doa. Doa ini akan lebih diijabah bila Anda mengusahakannya dengan melakukan sholat-sholat sunnah. Satu bentuk sholat sunnah yang banyak diungkapkan mampu mengijabah keinginan adalah dengan melaksanakan sholat tahajud. Dimana didalamnya juga terdapat serangkaian doa yang dianjurkan.

Dalam melaksanakan sholat tahajud ini sama caranya dan sama langkah-langkahnya dengan sholat-sholat lainnya. hanya saja yang membedakan adalah dimana sholat tahajud ini memiliki beberapa doa khusus yang dianjurkan untuk diamalkan dalam rangkaian sholat tahajud. Doa sholat tahajud diamalkan atau diucapkan saat Anda selesai melakukan sholat tahajud ditandai dengan melakuakn salam sebagai penutup. Doa ini sebenarnya tidak harus diamalkan atau diucapkan dengan menggunakan bahasa Arab. Anda bisa mengucapkannya dengan menggunakan bahasa Anda karena Allah Maha Tahu. Akan tetapi secara lengkap panduan doa yang dianjurkan ialah berisi mengenai:

  1. Bacaan istighfar, dimana istighfar ini dianjurkan untuk diucapkan sebanyak 100 kali
  2. Bacaan tasbih, dimana bacaan tasbih ini dianjurkan diucapkan sebanyak 32 kali
  3. Bacaan sholawat Nabi yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat nabi ini dianjurkan untuk diamalkan dan diucapkan sebanyak 32 kali
  4. Bacaan doa seusai sholat tahajud dimana maksud dan maknanya ialah untuk memuji kebesaran yang Allah miliki, meminta perlindungan dan pertolongan kepadaNya dari segala kesulitan marabahaya, dan juga menjadi saksi atas segala kebesaran Allah SWT.
  5. Doa tambahan yang berisi keinginan atau harapan yang ingin dicapai. Sampaikan apa keinginan atau tujuan yang sedang ingin Anda capai

Itulah beberapa rangkaian dan panduan doa sholat tahajud yang dianjurkan. Dalam anjurannya juga diutamakan untuk mengamalkannya sesuai dengan urutan diatas. Akan tetapi tidak menjadi sebuah dosa ataupun mengurangi pahala bila Anda mengamalkannya secara acak. Jika memang ingin, Anda bisa membaca Surat Yasin di malam hari baik sebelum maupun setelah sholat tahajud. Jika bisa setiap malam lebih baik, namun jika tidak bisa, bisa seminggu sekali saja. Wallahu a’lam bisshowab.