Pangkal Pinang

meikarta lippo cikarang

Kode Pos

Pangkal Pinang

Pangkalpinang adalah kota terbesar di pulau Indonesia Bangka, dan ibu kota provinsi Bangka Belitung. Terletak di pesisir timur Bangka. Kota ini terbagi menjadi tujuh distrik dan memiliki 42 bangsal.

Pangkalpinang memiliki luas wilayah 118,41 km2 dan berpenduduk 328,167 (sensus 2010). Kepadatan penduduknya sekitar 2.800 / km2. Muhammad Irwansyah adalah walikota saat ini; dia didahului oleh Zulkarnain Karim yang bertugas untuk dua hal (2003-2013). Sungai Rangkui membagi kota menjadi dua bagian. Kota ini berpusat di Jalan Merdeka sebagai titik nol kilometer kota.

Penduduk Pangkalpinang sebagian besar terdiri dari etnis Melayu, serta Hakka China yang berasal dari Guangzhou. Ada juga beberapa komunitas imigran yang lebih kecil dari etnis lain, seperti Batak dan Minangkabau.

Tengara di kota meliputi Museum Timah, kuil Cina, Katedral St. Joseph, Kebun Raya Bangka, dan pantai Pasir Padi.
Pangkalpinang berasal dari kata pengkal lokal (“base”) dan pinang (Areca chatecu), sejenis pohon palem. Di Bangka Melayu, pengkal berarti pusat atau awal, atau bisa diartikan, pada awalnya sebagai pusat pengumpulan timah, yang kemudian berkembang sebagai pusat kecamatan, pasar kota, tempat berlabuh atau kapal (sampah) dan pusat semua kegiatan dan acara. Sebagai pusat segala aktivitas, gelar atau Pengkal. Basisnya juga digunakan oleh orang Bangka di masa lalu untuk menyebutkan daerah seperti Pangkal Bulo, Pangkal Raya, Pangkal Menduk, Pangkal Mangas, Pangkal Lihat kemudian dikenal sebagai Sungailiat. Pinang diambil dari nama lokal pohon Areca catechu, yang banyak ditanam di Pulau Bangka.

Sejarah

Di bawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya, Pangkalpinang dihuni oleh umat Hindu. Selain sebagai wilayah Sriwijaya, Pangkalpinang juga merupakan wilayah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram. Di kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan Mataram, Pangkalpinang mendapat sedikit perhatian, meski dekat dengan jalur pelayaran internasional. Hal ini mengakibatkan Pangkalpinang menjadi tempat persembunyian bajak laut, dari mana mereka bisa memangsa kapal-kapal di Laut Cina Selatan

Dalam upaya untuk mengamankan rute pengiriman di sekitar Selat Malaka, Kesultanan Johor mengerahkan pasukan ke Pangkalpinang. Setelah berhasil pada awalnya, Kesultanan Johor mulai menyebarkan Islam ke kota. Tapi ini tidak berlangsung lama – para perompak kembali ke Pangkalpinang dan kota ini sekali lagi menjadi tempat yang aman bagi mereka.

Beberapa tahun kemudian, dalam usaha lain untuk mengamankan daerah tersebut dari pembajakan, Sultan Banten mengirim seorang bupati nusantara untuk membasmi bajak laut tersebut. Begitu dia memegang kendali, Bupati Nusantara memerintah Bangka sampai kematiannya, setelah itu kekuatannya diserahkan kepada anak tunggalnya. Karena dia sudah menikah dengan Sultan Palembang, Sultan Abdurrahman, maka dengan sendirinya kembali berkuasa Sultan Pangkalpinang Palembang.

Kode Pos Desa