bengkel las

Langkah Awal Membuka Bengkel Las Itu Penting!

bengkel lasSaat ini, kebutuhan masyarakat akan ahli dalam bengkel las listrik membuat banyak orang berbondong-bondong membuka bengkel las. Tentu saja, tidak salah juga. Dimana ada gula, disitu ada semut. Betul?

Mungkin, kalau Anda tertarik dengan usaha ini, informasi dalam artikel ini dapat membantu Anda memulai langkah pertama dalam membuka usaha bengkel las. Baca penjelasan penulis di bawah.

Langkah Awal Membuka Bengkel Las

Ketika membuka bengkel las menjadi konsen Anda selanjutnya, apakah Anda sudah menyiapkan empat hal ini?

  1. Siapkan Modal Awal

Tentu saja setiap usaha memerlukan modal. Tidak dipungkiri memang, membuka bengkel las membutuhkan modal teramat banyak. Setidaknya, modal untuk operasional saja sudah cukup banyak. Kalau Anda ingin memulainya, siapkan alat lebih dulu, antara lain:

  • Las
  • Trafo
  • Gerinda
  • Cutter
  • Listrik, dan lainnya.

Tentu saja, semakin bagus peralatan yang bengkel las Anda miliki, semakin bagus juga kualitas hasil produksi bengkel Anda. Saya sarankan, lebih baik menggunakan alat kualitas terbaik. Kenapa? Karena tujuan membuat bengkel las bukan hanya untuk membuat saja, melainkan memuaskan kostumer sebagai pengguna dan pembeli jasa Anda.

  1. Lokasi

Paling tidak, lokasi strategis harus Anda miliki ketika membuka usaha bengkel las. Lokasi yang strategis adalah lokasi dimana orang lalu lalang. Tapi, bukan hanya sekadar lalu lalang. Melainkan orang melewati tempat tersebut karena suatu maksud.

  1. Manajemen

Pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan adalah prioritas Anda selanjutnya. Jangan sampai, ketika usaha bengkel las listrik Anda sudah berjalan, namun tidak memiliki manajemen yang baik. Tidak jarang, banyak sekali usaha kecil hingga besar gulung tikar karena manajemen yang buruk dan tidak kredibel. Jangan sampai Anda menjadi yang selanjutnya, ya!

  1. Sumber Daya Profesional

Dengan risiko kerja yang lumayan buruk, tentu saja membuka usaha bengkel las perlu dipertimbangkan untuk menggunakan sumber daya manusia yang profesional. Pastikan memilih orang yang tahu apa yang sedang ia kerjakan. Pastikan juga orang tersebut paham posisinya sebagai karyawan yang profesional. Jangan sampai Anda mengalami kerugian karena kurangnya kemampuan karyawan Anda.